emblem-1
emblem-2

SELAMAT DATANG DI THAMRIN GROUP

Thamrin Group merupakan perusahaan terkemuka di Sumatera Selatan dan Bengkulu yang memiliki 8 unit bisnis yang bergerak di sektor Otomotif, Retail, Real Estate, Hotel, Bank, dan Makanan & Minuman.

main-banner

Visi

Kita mau bertumbuh dan memberi makna bagi masyarakat melalui kekuatan SDM yang kita miliki, pelayanan & pengembangan usaha dengan membangun Perusahaan yang terpercaya dan memiliki reputasi yang baik.

Misi

  1. Melayani 31,8 juta pelanggan di tahun 2027
  2. Mengembangkan pemimpin yang sukses
  3. Mengelola proses administrasi yang “simple & excellent”
  4. Mendukung continuous improvement
vector-img
emblem
emblem
logo-thamrin-group

Core Values
(TRUST)

CORE VALUES - TRUST

INTEGRITY

CUSTOMER FOCUS

COMMUNICATION

CONTINUOUS IMPROVEMENT

TEAMWORK

vector-img-core-values
emblem-brand-top
emblem-brand-bot

Mengapa perlu memilih kami?

117

Semua Cabang

5

Dealers Resmi

Artikel
Artikel Terbaru Kami

emblem-img
img-6 Hal yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Olahraga Saat Puasa

6 Hal yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Olahraga Saat Puasa

Bagi kamu yang memiliki aktif secara fisik dan memiliki mobilitas tinggi, dilema mengenai olahraga saat puasa seringkali muncul di saat Ramadan. Ada keinginan kuat untuk tetap menjaga kebugaran, namun di sisi lain, kamu tentu khawatir tubuh akan drop atau kehilangan fokus di tengah padatnya jadwal kerja. Menjaga stamina akhirnya terasa seperti tantangan tersendiri ketika energi harus dibagi antara tuntutan profesional dan komitmen ibadah. Padahal, mengabaikan aktivitas fisik sepenuhnya justru bisa membuat tubuh terasa lebih lesu dan kurang produktif lho. Kuncinya bukan pada intensitas yang dipaksakan, melainkan pada bagaimana kamu mengelola ritme latihan agar tetap selaras dengan kondisi tubuh yang sedang berpuasa. Dengan pendekatan yang lebih strategis, aktivitas fisik bisa menjadi instrumen penting untuk menjaga kejernihan pikiran hingga waktu berbuka tiba. Kabar baiknya, kamu bisa melakukan penyesuaian yang tepat pada waktu dan jenis latihan, kemudian akan tetap bisa meraih target kebugaran tanpa mengganggu performa harian! Hal terpenting di siniadalah soal memahami batasan diri dan memilih langkah yang paling efisien bagi metabolisme tubuhmu. Lantas sebelum kamu menyusun jadwal latihan pekan ini, mari kita simak 6 poin penting agar transisi rutinitas olahragamu tetap aman, efektif, dan penuh energi sepanjang bulan suci Ramadan! Apakah Boleh Puasa Tetap Olahraga? Singkatnya, olahraga saat puasa sangat diperbolehkan, selama kondisi tubuh kamu sedang prima dan tidak memiliki kendala medis tertentu. Alih-alih membuat lemas, aktivitas fisik yang terukur justru membantu kamu menjaga kualitas tidur, kestabilan energi, hingga fokus mental yang sangat dibutuhkan saat bekerja di bulan Ramadan. Namun, kamu perlu melakukan kalibrasi pada intensitas latihan. Mengingat tubuh tidak menerima asupan nutrisi dan cairan selama belasan jam, kapasitas fisikmu tentu tidak akan sama dengan hari biasa. Langkah yang paling bijak adalah menurunkan beban latihan dan memperpendek durasi. Hindari memaksakan sesi yang terlalu berat agar cadangan energimu tidak habis sebelum waktu berbuka tiba. Penting juga untuk menggeser orientasi atau goal latihan kamu. Ramadan bukanlah waktu yang tepat untuk mengejar personal record atau peningkatan performa yang drastis. Alihkan fokus kamu pada fase maintenance, yaitu menjaga kebugaran dasar dan memastikan tubuh tetap aktif tanpa memberikan tekanan berlebihan yang bisa memicu kelelahan ekstrem. Tanpa strategi yang terukur, kamu berisiko menghadapi dehidrasi atau penurunan tekanan darah yang dapat mengganggu produktivitas harian. Oleh karena itu, kunci utamanya adalah kesadaran penuh terhadap sinyal tubuh. Kalau kamu berlatih secara lebih cerdas dan adaptif, kamu tetap bisa menjaga performa fisik sekaligus tetap tajam dalam menyelesaikan tanggung jawab profesional. 6 Hal yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Olahraga Saat Puasa Agar olahraga saat puasa tetap aman dan tidak mengganggu produktivitas, kamu perlu strategi yang lebih terukur. Puasa membuat tubuh bekerja dalam kondisi energi dan cairan yang terbatas. Karena itu, setiap keputusan-mulai dari waktu hingga jenis latihan-perlu dipertimbangkan dengan matang. Berikut enam hal penting yang sebaiknya kamu perhatikan. 1. Pilih Waktu yang Tepat Waktu sangat menentukan seberapa aman dan efektif latihanmu. Menyesuaikan waktu dengan kebutuhan dan kondisi harian akan membantu meminimalkan risiko. Ada tiga opsi umum yang paling ideal untuk dipilih: 30 60 menit sebelum berbuk a: cukup populer karena setelah selesai kamu bisa langsung minum dan makan. Namun intensitas harus ringan karena energi sudah menipis. 2 3 jam setelah berbuka : lebih ideal untuk latihan yang sedikit lebih berat karena tubuh sudah terisi kembali. Setelah sahur : energi masih relatif penuh, tetapi risiko dehidrasi lebih tinggi karena kamu harus menahan haus sepanjang hari. 2. Perhatikan Kondisi Tubuh Kondisi fisik saat puasa bisa berbeda setiap hari. Kurang tidur, aktivitas kerja yang padat, atau pola makan yang kurang optimal dapat memengaruhi daya tahan tubuh. Jika muncul tanda seperti pusing, mual, pandangan kabur, atau jantung berdebar tidak normal, segera hentikan latihan. Olahraga seharusnya mendukung kesehatan, bukan membahayakan. 3. Atur Intensitas Latihan Ramadan bukan momen untuk mengejar performa maksimal. Alihkan fokus dari peningkatan ekstrem ke maintenance . Pilih latihan dengan intensitas rendah hingga sedang seperti jalan cepat, yoga, bodyweight ringan, atau bersepeda santai. Hindari high intensity training yang terlalu menguras stamina, terutama jika dilakukan sebelum berbuka. 4. Sesuaikan Durasi Selain intensitas, durasi juga berpengaruh besar. Jika biasanya kamu berlatih selama 60 menit, pertimbangkan untuk menguranginya menjadi 30 45 menit saja. Latihan yang lebih singkat namun konsisten jauh lebih aman dibanding sesi panjang yang membuat tubuh kelelahan berlebihan. 5. Pastikan Strategi Hidrasi yang Cukup Karena tidak bisa minum sepanjang hari, strategi hidrasi harus direncanakan. Manfaatkan waktu antara berbuka hingga sahur untuk memenuhi kebutuhan cairan. Pola sederhana 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur) bisa membantu menjaga keseimbangan cairan. Batasi konsumsi minuman berkafein karena dapat mempercepat kehilangan cairan. 6. Pilih Jenis Olahraga yang Sesuai Jenis latihan sebaiknya realistis dengan kondisi puasa. Aktivitas low impact dan latihan kekuatan ringan lebih disarankan dibandingkan latihan eksplosif atau kompetitif. Jika memiliki riwayat tekanan darah rendah, diabetes, atau gangguan jantung, penting juga untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan konsultasi medis sebelum tetap berolahraga. Pada akhirnya, olahraga saat puasa itu soal kualitas dan konsistensi, bukan sekadar mengejar angka atau intensitas tinggi. Daripada memaksakan diri lari 5 km tapi besoknya malah burnout dan sakit, jauh lebih efektif kalau kamu jalan kaki 15 menit setiap hari tapi badan tetap fresh. Kuncinya adalah strategi dan manajemen energi. Olahraga saat Ramadan tetap bisa dilakukan secara optimal selama kamu paham batas kemampuan tubuh dan tahu kapan harus menyesuaikan ritme. Dengan pendekatan yang lebih bijak dan terukur, kamu tetap bisa menjaga performa fisik (dan kerjaan!) tetap di level tertinggi tanpa harus mengorbankan kesehatan. Tetap Aktif dan Sehat Selama Ramadan, Asal Tahu Caranya! Menjaga kebugaran di bulan Ramadan sebenarnya bukan soal seberapa keras kamu berlatih, melainkan seberapa cerdas kamu menentukan strategi. Ingat, tubuh sedang melakukan penyesuaian besar terhadap pola makan dan tidur, jadi pendekatan olahraganya pun harus lebih terukur dan adaptif. Jangan terjebak untuk memaksakan rutinitas normal kalau kondisi fisik lagi kurang mumpuni. Saat energi menurun, menurunkan intensitas bukan berarti kalah atau tidak produktif, tapi itu keputusan yang bijak. Konsistensi yang realistis jauh lebih bernilai daripada ambisi sesaat yang justru bikin tumbang. Kuncinya? Listen to your body. Kalau muncul rasa pusing, lemas berlebihan, atau detak jantung yang nggak wajar, itu sinyal merah untuk segera berhenti. Prioritas utamanya tetap kesehatan, supaya kamu bisa tetap produktif di kantor sekaligus maksimal dalam beribadah. Dengan perencanaan yang matang, olahraga saat puasa bisa jadi bagian dari gaya hidup sehat tanpa mengganggu ritme harianmu. Yuk, mulai atur strategi olahraga dari sekarang demi Ramadan yang lebih seimbang! Jangan lupa juga untuk eksplor insight menarik lainnya seputar lifestyle dan tips produktif hanya di laman artikel Thamrin Group .
emblem-img
img-Tempat Bukber Enak dan Nyaman di Palembang, Paket Mulai 50K di OOMA Cafe!

Tempat Bukber Enak dan Nyaman di Palembang, Paket Mulai 50K di OOMA Cafe!

Mencari tempat bukber nyaman dan enak di Palembang sering kali menjadi tantangan tersendiri begitu memasuki bulan Ramadan. Baru saja melewati hari-hari awal puasa, agenda pertemuan biasanya sudah mulai menumpuk mulai dari kumpul keluarga besar, reuni dengan sahabat lama, hingga jamuan formal bersama rekan kerja. Di tengah padatnya jadwal tersebut, tantangan utamanya pasti menemukan lokasi yang mampu mengakomodasi semua kebutuhan kamu dengan sempurna. Sering kali, banyak orang terjebak pada pilihan tempat yang "asal dapat" karena keterbatasan informasi atau waktu pemesanan, Padahal, suasana yang terlalu bising, hidangan yang kurang menggugah selera, atau pelayanan yang lambat justru bisa merusak suasana silaturahmi. Momen berbuka puasa semestinya menjadi waktu berkualitas setelah seharian beribadah, sembari menikmati sajian istimewa dalam suasana yang tenang dan tidak terburu-buru. Oleh karena itu, menentukan lokasi berbuka memerlukan pertimbangan yang matang terutama terkait kapasitas ruang, rasa makanan, hingga transparansi harga paket yang ditawarkan. Terlebih jika kamu bertanggung jawab mengatur acara untuk rombongan besar atau kolega bisnis; tentu kelancaran acara dan kenyamanan tamu menjadi prioritas utama yang mencerminkan profesionalitas kamu! Kalau kamu menginginkan destinasi yang menawarkan keseimbangan antara cita rasa autentik, estetika ruang, dan nilai yang kompetitif, kami hadir dengan solusi yang tepat untuk Ramadan tahun ini. Eksplor berbagai paket eksklusif dan promo menarik paket bukber dari OOMA Cafe Palembang berikut untuk memastikan momen berbuka puasa kamu menjadi pengalaman yang lebih berkesan! OOMA Cafe Sebagai Pilihan Tempat Bukber di Palembang Bagi kamu yang mengutamakan kenyamanan sekaligus cita rasa, OOMA Cafe Palembang hadir sebagai opsi yang sangat relevan untuk agenda Ramadan tahun ini. Terletak strategis di dalam Sudirman Central Yamaha (lantai 2), lokasinya sangat luas, nyaman, mudah dijangkau dari berbagai titik di Palembang (dekat dengan LRT juga!). Jadi, kamu tidak perlu khawatir soal akses maupun ketersediaan lahan parkir, bahkan saat datang bersama rombongan besar sekalipun. Secara visual, OOMA Cafe menawarkan ambience yang bersih, bertemakan garden dengan banyak tanaman hias juga menambah kesan ramah lingkungan dan terbuka. Cafe ini punya konsep open space dengan sentuhan industrial ringan yang tertata rapi, dan memberikan kesan elegan yang pas. Atmosfer seperti ini sangat fleksibel untuk berbagai kebutuhan karena ruangannya didesain sedemikian rupa agar kamu bisa mengobrol panjang dengan nyaman tanpa merasa sesak! Nilai tambahnya, kamu dan teman-teman sudah bisa menikmati paket bukber spesial dengan harga mulai dari 50K saja di OOMA Cafe. Penawaran ini menjadi titik tengah yang ideal bagi kamu yang mencari harga rasional di tengah tingginya permintaan musim Ramadan, namun tetap menginginkan kualitas hidangan, suasana kondusif, dan standar pelayanan yang terjaga. Paket Bukber Mulai 50K, Menu Lengkap & Mengenyangkan Buat kamu yang ingin bukber praktis tanpa ribet memilih menu satu per satu, OOMA Cafe menghadirkan paket bukber spesial mulai dari 50K. Dengan harga yang tetap terjangkau, kamu sudah mendapatkan menu utama lengkap plus minuman dalam satu paket yang simpel, jelas, dan nyaman untuk berbagai kebutuhan buka bersama. Paket A Nasi Ayam Saos Mentega + Lemon Tea (50K) Di Paket A, kamu bisa menikmati Nasi Ayam Saos Mentega dengan cita rasa gurih dan sedikit manis yang familiar di lidah. Disajikan hangat dan dipadukan dengan Lemon Tea segar, kombinasi ini pas untuk berbuka setelah seharian berpuasa. Menu yang aman, mengenyangkan, dan cocok untuk semua usia. Paket B Nasi Ikan Dori Asam Manis + Lemon Tea (50K) Kalau kamu lebih suka menu dengan rasa yang lebih segar, Paket B bisa jadi pilihanmu. Nasi Ikan Dori Asam Manis menghadirkan perpaduan rasa manis dan asam yang seimbang, ringan tapi tetap satisfying. Ditambah Lemon Tea yang menyegarkan, paket ini memberikan pengalaman berbuka yang lengkap tanpa perlu tambah-tambah lagi! Kedua paket ini cocok untuk bukber bersama keluarga kecil, sahabat, maupun mahasiswa yang ingin tempat nyaman dengan budget yang tetap terkontrol. Spesial selama Ramadan, kamu bisa menikmati suasana berbuka yang nyaman tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Iftar Buffet OOMA Cafe, Pilihan Lebih Lengkap untuk Rombongan Kalau kamu merencanakan bukber dengan skala lebih besar untuk bukber bersama tim kantor, komunitas, atau keluarga besar, pilihan Iftar Buffet OOMA Cafe jelas lebih praktis. Dengan sistem buffet, semua tamu bisa langsung memilih hidangan sesuai selera tanpa perlu menunggu pesanan datang satu per satu. Suasana berbuka jadi lebih cair, fleksibel, dan tetap nyaman untuk ngobrol panjang setelah adzan. Buffet Package 1 80K Buffet Package 1 seharga 80K per orang cocok untuk kamu yang ingin pengalaman berbuka yang lengkap dengan budget tetap terkontrol. Dalam paket ini, tamu dapat menikmati berbagai pilihan hidangan yang disajikan selama waktu berbuka. Mulai dari aneka takjil untuk pembuka, menu utama yang mengenyangkan, hingga pilihan pelengkap yang membuat pengalaman makan terasa lebih maksimal. Paket ini ideal untuk gathering santai dengan jumlah peserta menengah, di mana variasi menu tetap tersedia tanpa harus over budget. Buffet Package 2 125K Untuk acara yang lebih formal atau jumlah tamu yang lebih banyak, Buffet Package 2 seharga 125K per orang memberikan pengalaman yang lebih premium. Variasi menu yang disajikan lebih beragam, sehingga tamu memiliki lebih banyak pilihan baik untuk pembuka, hidangan utama, maupun penutup. Konsep ini sangat cocok untuk acara kantor, reuni, atau komunitas yang ingin suasana berbuka terasa lebih eksklusif dan terorganisir. Dengan pilihan menu yang lengkap dalam satu area buffet, semua orang bisa menikmati makanan sesuai preferensinya masing-masing. Aneka Takjil hingga Main Course dalam Satu Pengalaman Iftar buffet di OOMA Cafe menghadirkan kombinasi hidangan yang menyeluruh: aneka takjil untuk membatalkan puasa, menu favorit yang menggugah selera, makanan utama yang mengenyangkan, hingga pilihan dessert sebagai penutup. Semuanya disajikan dalam satu pengalaman berbuka yang praktis dan nyaman. Dengan konsep serba ada ini, kamu tidak perlu lagi repot mengatur pesanan berbeda untuk setiap orang. Untuk acara ramai, pilihan buffet sering kali jadi solusi paling efisien, lebih fleksibel, lebih variatif, dan terasa lebih meriah! Promo Ramadan Terbatas, Reservasi Sekarang! Seluruh pilihan paket bukber dan iftar buffet di OOMA Cafe disiapkan secara eksklusif hanya selama bulan suci Ramadan. Mengingat tradisi berbuka puasa bersama biasanya telah direncanakan jauh-jauh hari, ketersediaan meja cenderung terisi dengan sangat cepat (terutama pada tanggal-tanggal favorit atau akhir pekan menjelang Idul Fitri). Oleh karena itu, memastikan reservasi lebih awal adalah langkah bijak agar agenda silaturahmi kamu tetap berjalan sesuai rencana tanpa kendala! Terletak di kawasan strategis yakni di lantai dua Central Yamaha Sudirman, lokasi ini menjadi tempat bukber nyaman dan enak di Palembang yang sangat mudah diakses dari berbagai sudut kota. Baik kamu merencanakan sesi berbuka yang intim berdua, jamuan hangat bersama keluarga besar, hingga acara korporat dengan kapasitas rombongan yang masif, suasana di sini telah dirancang sedemikian rupa agar tetap kondusif, luas, dan memberikan privasi yang cukup untuk berbagi cerita. Ramadan selalu menghadirkan momen-momen berharga yang layak untuk dikenang. Jangan biarkan rencana manis kamu hanya menjadi wacana karena kehabisan tempat di saat-saat terakhir. Jika kamu sudah menentukan tanggal dan daftar tamu, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengamankan meja. Pastikan kamu dan orang-orang terdekat mendapatkan pengalaman berbuka yang lebih terorganisir, tenang, dan tentu saja berkesan di hati! Untuk informasi terkini mengenai menu harian atau kesempatan tanya jawab, kamu bisa langsung mengunjungi media sosial resmi OOMA Cafe . Selain itu, pastikan untuk selalu memantau laman artikel Thamrin Group agar selalu mendapatkan referensi gaya hidup dan info menarik lainnya seputar kota Palembang!
emblem-img
img-5 Cara Fokus Kerja Saat Puasa, Ini Jam Paling Produktif!

5 Cara Fokus Kerja Saat Puasa, Ini Jam Paling Produktif!

Menjaga fokus kerja saat puasa memang memiliki tantangan tersendiri. Penurunan energi, rasa haus di siang hari, hingga pola tidur yang bergeser tiba-tiba sering kali membuat konsentrasi tidak seprima biasanya. Tak heran jika banyak profesional merasa beban kerja terasa lebih berat dan fokus menjadi lebih mudah terpecah. Perubahan ritme tubuh selama Ramadan memang cenderung berdampak langsung pada performa. Kombinasi antara waktu istirahat yang bergeser, rutinitas sahur, serta terbatasnya asupan nutrisi memengaruhi stamina dan daya pikir. Jika tidak dikelola dengan baik, produktivitas bisa menurun tanpa disadari karena strategi kerja yang belum disesuaikan dengan kondisi fisik. Namun di waktu yang sama, tuntutan profesional tetap berjalan seperti biasa layaknya rapat penting hingga penyelesaian laporan tepat waktu. Tantangannya pun bukan sekadar menahan lapar, melainkan menjaga kualitas fokus agar tetap konsisten sepanjang hari. Di sinilah pengaturan waktu dan pemahaman atas jam produktif menjadi kunci utama agar ritme kerja tetap terjaga. Lalu, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk bekerja secara maksimal selama berpuasa? Memahami pola energi tubuh dapat membantu kamu menyusun strategi kerja yang jauh lebih efektif. Simak ulasan berikut untuk menemukan jam paling produktif serta cara mengoptimalkannya! Kenapa Fokus Kerja Saat Puasa Sering Menurun? Penurunan fokus saat puasa sebenarnya hal yang sangat wajar. Sebab, tubuh kita mengalami perubahan ritme karena pola makan dan tidur yang berbeda dari biasanya. Sahur lebih dini, waktu istirahat malam berkurang, serta jeda makan yang panjang membuat energi lebih cepat turun di siang hari. Selain itu, dehidrasi ringan juga sering tidak disadari. Rasa haus yang muncul perlahan bisa memengaruhi konsentrasi, membuat otak terasa lebih lambat memproses informasi. Ditambah lagi, jam kerja tetap berjalan normal dengan target dan deadline yang tidak ikut berpuasa. Bagi profesional muda, kondisi ini terasa makin menantang. Rapat beruntun, laporan yang harus selesai tepat waktu, hingga tuntutan respons cepat sering berbenturan dengan stamina yang tidak seprima hari biasa. Tidak heran jika banyak yang merasa lebih mudah terdistraksi atau cepat lelah saat siang menjelang sore. Memahami penyebabnya adalah langkah pertama. Ketika tahu bahwa fokus menurun bukan karena kurang kompeten, melainkan karena perubahan ritme tubuh, kamu bisa mulai menyusun strategi kerja yang lebih realistis dan efektif selama Ramadan. Yuk, simak bagian berikutnya! 5 Cara Fokus Kerja Saat Puasa di Jam Paling Produktif Mempertahankan fokus kerja saat puasa tidak cukup hanya dengan niat saja, lho. Kuncinya juga ada pada pengaturan ritme kerja yang selaras dengan pola energi tubuh. Ada waktu ketika fokus berada di titik optimal, dan ada fase di mana energi menurun secara alami. Dengan mengetahui strategi yang tepat, kamu tetap bisa bekerja efektif tanpa merasa lemas sepanjang hari. 1. Manfaatkan Golden Hour Pagi (08.00 11.00) Rentang pukul 08.00 11.00 adalah golden focus window, yakni waktu paling ideal untuk menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Setelah sahur, tubuh masih memiliki cadangan energi yang stabil dan pikiran cenderung lebih jernih. Gunakan jam ini untuk tugas strategis seperti analisis data, penyusunan laporan penting, brainstorming, atau pekerjaan yang menuntut ketelitian tinggi atau energi cukup intens. Hindari menghabiskan waktu produktif ini untuk aktivitas ringan seperti scrolling atau membalas pesan yang sebenarnya bisa ditunda. 2. Gunakan Teknik Pomodoro agar Fokus Lebih Stabil Bekerja tanpa jeda saat puasa justru membuat energi cepat habis! Teknik Pomodoro membantu menjaga fokus tetap konsisten tanpa memaksa otak bekerja terus-menerus. Bekerja selama 25 menit dengan fokus penuh, lalu istirahat 5 menit. Manfaatkan waktu istirahat untuk peregangan ringan, berjalan sebentar, atau membasuh wajah. Pola sederhana ini efektif menjaga daya pikir tetap stabil hingga siang hari. Baca juga: 5 Teknik Manajemen Waktu Bekerja ala Karyawan Produktif 3. Atur Skala Prioritas dengan Metode Power of 3 Saat puasa, efisiensi itu lebih penting dibanding kuantitas pekerjaan. Terlalu banyak daftar tugas justru membuat fokus terpecah. Tentukan 3tugas utama yang paling krusial untuk diselesaikan hari itu. Kerjakan tugas terberat di pagi hari, sementara meeting ringan atau pekerjaan administratif bisa dijadwalkan pada jam yang energinya lebih rendah. Strategi ini membuat hari kerja terasa lebih terkontrol! Contohnya, kamu bisa membuat daftar simpel seperti ini setiap pagi: Pekerjaan berat (laporan bulanan, analisis data, diskusi keputusan strategis, dsb) → pagi 09:00 - 11:00 Meeting ringan (weekly check in, update progres, koordinasi antar divisi, dsb) → siang 13:00 - 15:00 Admin task (membalas email/chat kerja, input data, merapikan file, dsb) → sore 15:00 - 17:00 4. Optimalkan Sahur dan Jaga Hidrasi Fokus kerja yang baik dimulai dari pola makan yang tepat saat sahur. Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum agar energi dilepaskan secara bertahap. Tambahkan protein seperti telur, ayam, tahu, atau kacang-kacangan untuk menjaga rasa kenyang lebih lama. Hindari makanan tinggi gula, terlalu berminyak, atau tinggi garam layaknya makanan cepat saji, makanan kalengan, mie instan, dan MSG juga perlu dihindari karena dapat memicu lonjakan energi singkat lalu penurunan drastis di siang hari. Jangan lupa juga untuk cukup minum air dengan pola bertahap dari berbuka hingga sahur untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, seperti pola 2-4-2 (2 sahur, 4 malam, 2 berbuka). 5. Lakukan Power Nap di Jam Kritis (13.00 15.00) Di antara pukul 12.00 15.00 biasanya terjadi penurunan energi yang signifikan. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu istirahat untuk power nap selama 15 20 menit. Power nap membantu mengembalikan kewaspadaan dan fungsi kognitif tanpa membuat tubuh terasa berat saat bangun. Jika tidak memungkinkan, kurangi beban kerja di jam ini dan fokus pada tugas yang lebih ringan. Memahami kapan jam produktif dan menyesuaikan strategi kerjamu adalah kunci untuk tetap tampil optimal serta produktif sepanjang Ramadan. Bekerja saat berpuasa sejatinya bukan tentang memaksakan sisa energi yang ada, melainkan tentang bagaimana kita mengelolanya dengan lebih cerdas, efektif, dan terarah! Atur Ritme Kerja Selama Ramadan, Bukan Dipaksa Lantas, coba evaluasi kembali jadwal kerjamu. Apakah tugas-tugas berat masih menumpuk di jam rawan lelah? Atau mungkin agenda rapat terlalu padat justru saat energi sedang menurun? Perubahan kecil dalam penjadwalan sering kali memberikan dampak besar bagi kualitas hasil kerja! Langkah selanjutnya adalah mengatur ulang prioritas harian. Ingat, tidak semua hal harus tuntas dalam satu waktu atau selesai secepat mungkin. Cukup tentukan pekerjaan yang benar-benar krusial, lalu kerjakan di jam paling produktif. Pendekatan ini akan membantu kamu untuk tetap efisien tanpa merasa benar-benar terkuras. Mulai besok, cobalah satu penyesuaian sederhana dari tips yang sudah kita bahas di atas: geser pekerjaan berat ke pagi hari atau jadwalkan tugas-tugas ringan untuk sore hari. Konsistensi dalam mengelola ritme kerja ini akan membuat Ramadanmu tetap produktif tanpa harus merasa tertekan atau dipaksakan! Pada akhirnya, menerapkan cara fokus kerja saat puasa adalah tentang bekerja lebih cerdas dengan menyesuaikan tugas pada jam paling produktif, menjaga asupan energi, dan mengatur ulang prioritas secara realistis. Dengan strategi yang tepat, performamu akan tetap optimal tanpa harus merasa lemas di tengah hari. Untuk insight menarik lainnya seputar produktivitas, lifestyle, hingga tips profesional selama Ramadan, jangan lewatkan artikel terbaru dari Thamrin Group dan temukan beragam panduan praktis yang relevan dengan kebutuhanmu!

Berita Terbaru Kami

img-Gelontorkan Dana CSR, Thamrin Group Renovasi Gereja GPdI Sebayur Jaya di Bengkulu Utara

23 Jan 2026

Gelontorkan Dana CSR, Thamrin Group Renovasi Gereja GPdI Sebayur Jaya di Bengkulu Utara

Baca Selengkapnya
img-Thamrin Group Gelar Pemeriksaan Mata Gratis untuk Disabilitas

22 Dec 2025

Thamrin Group Gelar Pemeriksaan Mata Gratis untuk Disabilitas

Baca Selengkapnya
img-Thamrin Group Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir

11 Dec 2025

Thamrin Group Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir

Baca Selengkapnya

Bergabung dengan kami

Karir

image-career

Temukan peluang karir yang sesuai dengan passion Anda di Thamrin Group dan menjadi bagian dari tim yang berorientasi pada inovasi dan kolaborasi.

image-career